Menteri ESDM Jero Wacik (ketiga kiri) menghadiri Rapat Koordinasi masalah Mineral dan Batubara yang dipimpin Menko Perekonomian Hatta Radjasa (kanan) di kantor Kemeko Perekonomian, Jakarta Pusat, Jumat (27/12). ANTARA/Fanny Octavianus
TEMPO.CO , Jakarta - Asosiasi Tembaga Emas Indonesia (ATEI) mendukung program hilirisasi mineral yang dicanangkan pemerintah. Program yang tercantum dalam UU no. 4/2009 ini dinilai merupakan wujud konsistensi pemerintah yang dampaknya positif bagi pertumbuhan ekonomi di masa-masa mendatang.
"Ke depannya akan berdampak baik terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional, khususnya bagi pertumbuhan industri nasional," kata Ketua ATEI yang juga merupakan Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pemberdayaan Daerah, Natsir Mansyur, Kamis 2 Januari 2014.
Natsir menilai selama ini industri hulu masih terbatas. Sisi hilirnya pun tidak sehat dengan bahan baku impor yang selalu menimbulkan persoalan.
Dengan program hilirisasi tambang, Natsir juga berharap agar dampak sosial, politik, dan pertumbuhan ekonomi daerah dapat menjadi perhatian pemerintah. Pasalnya, tak kurang dari 800 ribu tenaga kerja langsung yang terlibat di bisnis mineral.
Menurut Natsir, tenaga kerja di sektor pertambangan yang tidak terlibat langsung mencapai 3,2 juta orang. Mereka ini tersebar di bidang hotel, transportasi, bank /leasing kredit mobil, motor, alat berat. "Kerusakan infrastruktur yang sudah dibangun pengusaha, selama empat tahun dan membangunnya kembali juga sangat berat," kata dia.
PINGIT ARIA
Subcribe semua relasi yang berhubungan dengan Hilirisasi Mineral Tumbuhkan Ekonomi Daerah sekarang.
No comments:
Post a Comment