Seorang petugas sedang membersihkan Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, (9/1). Menteri Perhubungan EE Mangindaan, memastikan kesiapan Bandara Halim Perdanakusuma untuk penerbangan komersial umum mulai besok. TEMPO/Subekti
TEMPO.CO , Jakarta - Bandara Halim Perdanakusuma masih belum memiliki ruang tunggu untuk calon penumpang meski sudah dibuka untuk penerbangan komersial sejak Jumat 10 Januari silam. "Ya menunggu di sini saja, tidak ada pengumuman juga kapan boleh masuk," kata seorang calon penumpang Citilink, Sarimah, kepada Tempo, Selasa, 14 Januari 2014.
Sarimah yang hendak berlibur ke Yogyakarta ini telah duduk menunggu di bangku lobi bandara hampir satu jam. Ia mengatakan baru akan masuk menjelang waktu "boarding" pada pukul 13.30.
Ada puluhan calon penumpang yang juga ikut menunggu bersama Sarimah. Setiap bangku panjang di lobi Bandara Halim Perdanakusuma setidaknya diisi delapan calon penumpang. Seorang petugas Angkasa Pura II menjelaskan memang belum ada "lounge" khusus untuk calon penumpang di bandara ini. "Belum ada pengeras suara untuk memberi pengumuman keberangkatan untuk calon penumpang juga," ucapnya. Ia mengatakan, petugas "ground handling" lah yang akan menghampiri para penumpang untuk mengingatkan waktu "check-in" serta "boarding".
Bandar Udara Halim Perdanakusuma resmi dibuka untuk penerbangan komersil tujuan domestik, hari ini, Jumat, 10 Januari 2014. Penerbangan domestik yang akan beroperasi dari Halim bukanlah rute baru, melainkan pemindahan sebagian penerbangan dari Bandar Udara Soekarno-Hatta.
Ada yang menarik dari pemilihan tanggal 10 Januari sebagai hari peresmian Halim menjadi bandara domestik. Rupanya, tepat 40 tahun yang lalu, tepatnya pada 10 Januari 1974, bandara ini diresmikan oleh Presiden Soeharto.
Bandara Halim sebelumnya merupakan bandara yang digunakan untuk kepentingan militer. Bandara ini hanya memiliki satu landasan pacu tanpa jalur pemberangkatan yang paralel.
MARIA YUNIAR
Subcribe semua relasi yang berhubungan dengan Belum Ada Ruang Tunggu Penumpang di Bandara Halim sekarang.
No comments:
Post a Comment