TEMPO.CO , San Fransisco – Bakrie Global Group sepakat membeli sebagian saham jejaring sosial asal Amerika Serikat, Path. Pembelian itu dilakukan dalam bentuk penanaman modal investasi sebesar US$ 25 juta atau sekitar Rp 300 miliar. Dilansir Recode, Sabtu, 11 Januari 2014, investasi itu merupakan bagian dari pengembangan usaha perusahaan asal San Fransisco, California, itu sepanjang 2013.
Suntikan dana itu membuat mereka mampu meraih total pemasukan modal sebesar US$ 65 juta. Pada 2011 lalu, mereka cuma berhasil meraup modal US$ 10 juta, dan meningkat pada 2012 menjadi sebesar US$ 30 juta. Adapun saat ini nilai kapitasi Path diprediksi mencapai US$ 250 juta sejak didirikan pada 2010.
CEO Bakrie Global Group, Anindya Bakrie, mengatakan menyambut baik kesepakatan perusahaan dengan Path. Menurutnya, Path merupakan salah satu jejaring sosial yang pertumbuhannya cukup prospektif. “Dengan tim manajemen yang solid dan petumbuhan yang relevan, Path akan semakin menghubungkan orang-orang Indonesia secara personal dan produktif,” kata dia. (Baca: Ini Kata Bakrie Setelah Beli Path Rp 304 Miliar)
Adapun CEO Path, David Morrin, menyatakan kesepakatan itu akan makin mengembangkan cakupan pengguna Path pada masa depan. Menurutnya, investasi dari Bakrie Global Group sejalan dengan visi perusahaan untuk berfokus menggarap pasar Asia yang dinilai sangat prospektif. Apalagi kawasan Asia Tenggara menjadi salah satu basis pertumbuhan Path selama ini.
Morrin mengaku banyak investor yang tertarik untuk menanamkan modalnya pada Path. Namun, tidak semua tawaran modal itu dia terima lantaran investor itu juga harus memiliki nilai yang lebih strategis ketimbang uang. “Saya mencari pasar dan rekan lokal untuk mengembangkan kegiatan operasional kami,” kata dia.
Saat ini, Path tercatat memiliki 23 juta pengguna aktif di seluruh dunia. Suntikan dana dari para investor baru diharapkan mampu memperluas cakupan pengguna jejaring sosial yang baru seumur jagung tersebut. Apalagi, Path baru saja ditinggal Matt Van Horn, wakil CEO yang selama ini dipercaya mengembangkan bisnis perusahaan.
“Perusahaan ini masih terus berkembang, meski masih baru,” kata Morrin. “Kami yakin kami telah tumbuh secara signifikan tahun lalu dan mendapatkan banyak pelajaran, meski semuanya bukan sesuatu yang mudah,” ujar dia.
RECODE | DIMAS SIREGAR
Berita Lainnya:
Sketsa Wajah Penembak Briptu Nurul Disebar
Bikin Single, Maudy Duet dengan Penyanyi Amerika
Anas Tak Akan 'Ember' seperti Nazar
Pengacara: Kasus Anas Rentan Dipolitisasi
India Produksi Senjata Khusus Perempuan
Subcribe semua relasi yang berhubungan dengan Bakrie Jadi Investor Path dengan Rp 304 Miliar sekarang.
No comments:
Post a Comment