Monday, October 21, 2013

Rencana Ekspansi POLY Terhambat Utang

Written By inikangubay; About: Rencana Ekspansi POLY Terhambat Utang on Monday, October 21, 2013

www.ubaidillah.net Bisnis hari ini dihimpun dari Rencana Ekspansi POLY Terhambat Utang

TEMPO.CO, Karawang - Rencana ekspansi emiten serat dan benang PT. Asia Pasific Fibers Tbk. (POLY) terhambat utang senilai Rp 1 triliun. Rencana restrukturisasi itu tertahan sejak tahun 2006 karena belum disepakati oleh pemerintah. "Padahal dengan ekspansi, penjualan kita bisa sampai Rp 10 triliun, sekarang jadi kehilangan kesempatan," ujar Sekretaris Perusahaan POLY Tunaryo dalam acara kunjungan media ke pabrik Asia Pasific Fibers di Karawang, Senin, 21 Oktober 2013.


Tahun lalu perseroan mengantongi penjualan sebesar US$ 600 juta. Rinciannya yakni untuk ekspor senilai US$ 101,79 juta dan domestik US$ 497,54 juta. Sementara itu, kapasitas produksi purified terephtalic acid (PTA) mencapai 278 ribu metrik ton per tahun, polimer mencapai 335 ribu metrik ton per tahun, fiber 143 ribu metrik ton per tahun, dan filament yarn atau benang mencapai 147 ribu ton per tahun. Selain di Karawang, perseroan juga memiliki pabrik di Kendal.


"Kondisi saat ini sangat membatasi kinerja karena tidak bisa menambah kapasitas mesin produksi lantaran tidak bisa mendapatkan modal kerja," kata Tunaryo. "Padahal permintaan poliester terus meningkat."


Direktur Utama POLY Ravi Shankar menyatakan, perseroan membidik peningkatan kapasitas produksi filament yarn bertambah 25 persen. Pabrik di Kendal, kata dia, dapat memproduksi 420 ton per hari."Kalau restrukturisasi disetujui, kami akan tambah kapasitas mesin dan bangun pabrik baru," ujarnya saat ditemui di tempat yang sama. Rencana itu setidaknya membutuhkan dana sekitar US$ 80 juta hingga US$ 120 juta.


Untuk diketahui, total utang grup Texmaco berjumlah US$ 29 miliar sementara utang POLY hanya mencapai US$ 2,8 miliar. Utang itu terdiri dari utang tanpa jaminan dan utang jaminan senilai US$ 1 miliar. Perseroan pun mengajukan restrukturisasi terpisah dari grup. Sebab, dalam perjanjian MRA di tahun 2002 sebelumnya disebutkan pembayaran utang tidak dapat dilakukan terpisah melainkan satu grup sehingga rencana itu belum dapat direalisasikan.


Berdasarkan catatan perseroan, POLY menjadi market leader di domestik untuk filament yarn dan staple fiber masing-masing 22 persen dan 23 persen. Menyusul adalah Indorama dengan pangsa pasar 12,5 persen di filament yarn dan 12 persen di stable fibers, dan Tiffico dengan pangsa pasar 16,8 persen di filament yarn dan 21 persen di stable fibers.


Produk perseroan digunakan antara lain untuk industri tekstil, industri mode dan fashion, industri transportasi, industri alat kesehatan, dan industri kemasan. Jika dilihat dari penjualan, industri mode dan fashion paling banyak memberikan kontribusi. Untuk tetap menjaga posisi di pasar, perseroan terus melakukan inovasi produk. "Strategi kami terus fokus membuat specialty product," kata Ravi.


RIRIN AGUSTIA


Subcribe semua relasi yang berhubungan dengan Rencana Ekspansi POLY Terhambat Utang sekarang.

No comments:

Post a Comment