TEMPO.CO , Jakarta - Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengingatkan seluruh kementerian dan lembaga negara yang punya porsi belanja modal besar untuk mengoptimalkan penyerapan anggaran. Dia menyatakan akan segera berkoordinasi dengan para menteri untuk mendorong percepatan penyerapan anggaran, khususnya belanja modal.
"Jangan sampai belanja modal ini tidak terpakai, karena akan menghambat daya dorong pertumbuhan ekonomi," kata Hatta di kantornya, Rabu, 16 Oktober 2013.
Hingga kuartal III tahun ini, realisasi belanja negara baru mencapai Rp 1.092,7 triliun atau 63,3 persen dari pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2013 sebesar Rp 1.726,2 triliun.
Dari jumlah itu, realisasi belanja modal pemerintah pusat tercatat baru mencapai Rp 72,3 triliun atau hanya 37,5 persen dari target sebesar Rp 192,6 triliun. Kendati demikian, jika dibandingkan dengan kuartal II, penyerapan belanja modal ini meningkat pesat. Pada Juli, realisasi belanja modal baru 14,4 persen, sedangkan pada kuartal pertama hanya 5,6 persen.
Kelambanan kementerian dan lembaga dalam menyerap belanja modal, kata Hatta, bukan berarti mereka tidak membelanjakan modalnya. "Bisa jadi tendernya untuk proyeknya sudah jalan, tapi pembayarannya belum," tuturnya. "Jadi penyerapan anggarannya masih kecil." Namun jika ada proyek pada kementerian dan lembaga yang tertunda, dia akan langsung meminta menteri terkait untuk segera merealisasikan belanjanya.
Subcribe semua relasi yang berhubungan dengan Realisasi Belanja Pemerintah Baru 63 Persen sekarang.
No comments:
Post a Comment