TEMPO.CO , Jakarta - Pertumbuhan pendapatan iklan perusahaan layanan microblogging Twitter melesat. Jika pada awalnya para pendiri perusahaan terlihat enggan membicarakan cara monetisasi layanan mereka, sekarang mereka meraup ratusan juta dolar.
Twitter baru menjual layanan iklan sejak April 2010. Ini terjadi setelah Dick Costolo, chief executive officer Twitter saat ini, bergabung enam bulan sebelumnya.
Costolo melontarkan ide untuk berjualan tweet yang mempromosikan brand atau produk tertentu. Produk ini disebut Promoted Tweet.
Pada 2010, Twitter baru mencatatkan pendapatan iklan sekitar US$ 7,3 juta (sekitar Rp 80 miliar, pada kurs Rp 11 ribu). Pada tahun berikutnya, jumlah itu bertambah menjadi US$ 77,7 juta (sekitar Rp 854 miliar).
Pada 2012, perusahaanlalu mencatatkan lonjakan pendapatan sekitar US$ 269,4 juta (sekitar Rp 2,9 triliun). Dan pada paruh pertama tahun ini, Twitter mencatatkan perolehan iklan sekitar US$ 221 juta (sekitar Rp 2,4 triliun). Namun hingga paruh pertama ini, perusahaan masih mencatatkan rugi sekitar US$ 69 juta (sekitar Rp 759 miliar).
Dan pada paruh kedua tahun ini, jumlahnya bakal serupa dengan paruh pertama. Iklan mencapai 87 persen dari total pendapatan perusahaan. Selebihnya, Twitter melisensikan datanya kepada yang memerlukan.
ALLTHINGSD | BUDI RIZA
Subcribe semua relasi yang berhubungan dengan Perolehan Iklan Twitter Melonjak sekarang.
No comments:
Post a Comment