TEMPO.CO , Jakarta - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyatakan realisasi perdagangan dengan Iran masih terkendala oleh sanski yang diberikan dunia internasional terhadap negara Timur Tengah ini. "Kendalanya masih dalam sistem pembayaran karena adanya sanksi ekonomi," ujar Ketua Umum Kadin, Susilo Bambang Sulistyo di kantornya, Rabu, 2 Oktober 2013.
Menurut dia, mesti dicarikan solusi dengan sistem pembayaran ini. Sebab negara lain seperti Malaysia, perdagangan dengan Iran tetap berjalan. “Ini mesti tanya ke Bank Indonesia sebagai regulator ihwal sistem pembayaran," katanya.
Dia mengatakan, pihaknya selalu terbuka jika pemerintah memberikan insentif ke pengusaha dalam hal meningkatkan perdagangan dengan Iran. Sebab Iran merupakan pasar yang menarik dan membutuhkan banyak produk Indonesia seperti produk consumer good. "Dengan adanya kerjasama ini bisa meningkatkan perdagangan dengan Iran," ujarnya.
Hari ini, Kadin meresmikan pembentukan Kadin Indonesia komite Iran. Kadin Komite Iran diketuai oleh Fadel Muhammad.
Suryo mengatakan adanya kerjasama dengan Iran dalam bentuk komite ini memudahkan Indonesia ketika membangun kilang minyak. Sebab Iran merupakan produsen minyak terbesar selain Kuwait dan Arab Saudi. "Saya kira ini merupakan kepentingan nasional kita juga. Dengan harapan sanksi itu bisa segera dicabut."
ERWAN HERMAWAN
Subcribe semua relasi yang berhubungan dengan Perdagangan dengan Iran Terkendala Sanksi sekarang.
No comments:
Post a Comment