TEMPO.CO , Surakarta - Penyelenggaraan APEC (Asia-Pasific Economic Cooperation) di Bali, 1-8 Oktober lalu, dinilai tidak berdampak pada dunia usaha di Indonesia. Bahkan, Wakil Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia Jawa Tengah, Liliek Setiawan, justru menilai perhelatan APEC sia-sia.
Buktinya, kata dia, posisi Indonesia sebagai tuan rumah tidak lantas memperkuat posisi tawar Indonesia. “Contohnya, usulan pembebasan pajak kelapa sawit dan tekstil tidak lolos. Lalu untuk apa ada APEC?” kata dia di Surakarta, Kamis, 10 Oktober 2013.
Semula, kata dia, para pengusaha berharap usulan pembebasan pajak kelapa sawit dan tekstil bisa disetujui forum. Apalagi Indonesia sebagai tuan rumah pertemuan. “Ternyata hasilnya tidak seperti yang diharapkan. Kita tidak mendapat hal positif dari APEC,” ujarnya.
Menurut dia, APEC tidak lebih dari ajang negara maju, seperti Amerika Serikat, yang menunjukkan dominasinya di bidang ekonomi. Jadi, keputusan yang dihasilkan cenderung menguntungkan negara maju. “Tampaknya negara maju punya agenda sendiri, menguntungkan diri,” katanya.
Liliek mengakui, secara jangka pendek, ada keuntungan yang diraih Indonesia. Misalnya citra Indonesia terangkat, kamar hotel penuh terisi, dan wisatawan berdatangan. Hanya, keuntungan itu hanya dinikmati sesaat. “Setelahnya, kembali seperti semula,” Liliek menambahkan.
Sejatinya, pengusaha mengharapkan hasil nyata dan menguntungkan industri dalam negeri, khususnya tekstil. Menurut dia, pajak produk tekstil sebesar 20-30 persen untuk pasar Amerika sangat memberatkan pengusaha tekstil. “Kami sulit bersaing. Apalagi ada kenaikan bahan bakar minyak, tarif listrik, dan upah pekerja,” katanya. Tak heran, tekstil Indonesia kalah dengan produk l Eropa Timur dan Cina.
Sekretaris Eksekutif Asosiasi Pengusaha Indonesia Surakarta, Wahyu Haryanto, menilai dampak APEC tidak bisa dirasakan dalam waktu dekat. Namun butuh waktu supaya keputusan hasil APEC membantu peningkatan ekspor Indonesia.
“Ke depan, kami berharap pasar global makin terbuka, khususnya di Asia-Pasifik. Seiring dengan jaringan yang terbentuk saat APEC di Bali,” kata dia. Untuk itu, dia meminta pengusaha mempersiapkan diri sehingga produknya bisa bersaing di pasar global.
UKKY PRIMARTANTYO
Terhangat:
Ketua MK Ditangkap| Dinasti Banten| APEC| Info Haji |Pembunuhan Holly Angela
Berita Terpopuler:
Lewat 5 Perusahaan, Airin & Keluarga Main Proyek
Rusuh Eksekusi, Halte Transjakarta Buaran Dibakar
Wakil Bupati Lebak Diperiksa KPK untuk Adik Atut
Lima Fakta Paling Membahagiakan di Dunia
Apa Motif Elriski Dekati Holly Angela?
Subcribe semua relasi yang berhubungan dengan Penyelenggaraan APEC Dinilai Sia-sia sekarang.
No comments:
Post a Comment