TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Fuad Rahmany mengungkapkan, penerimaan pajak sudah mencapai 65 persen dari target. Ia meyakini pencapaian masih bisa di atas 90 persen pada akhir tahun. "Yang pasti di atas 90 persen. Tapi, sampai berapa, saya belum bisa bilang," kata Fuad di DPR, Rabu, 2 Oktober 2013.
Fuad mengatakan target pajak tahun ini, yang ditetapkan Rp 995,2 triliun, sulit dicapai. "Saya cuma bisa bilang berat, tapi tetap melangkah," katanya. "Kami akan tetap usaha bagaimana bisa mencapai target. Komitmen kami, effort kami, segala macam. Bahkan saya sudah bilang tidak boleh ada yang cuti. Kerja harus lewat jam, pokoknya sampai malam."
Ditjen Pajak harus kerja keras mencapai target karena ekonomi melambat. "Faktanya ekspor kita, kan, memang anjlok. Ekonomi sudah banyak yang memprediksi lebih rendah, jauh dibandingkan tahun lalu, sehingga penerimaan pajak juga akan tertekan," kata dia. Hal ini membuat potensi pajak semakin menurun.
Fuad menjelaskan, ekspor anjlok di semua sektor, bukan hanya di pertambangan, tapi juga di industri pengolahan. "Manufaktur juga anjlok," ucapnya.
Untuk mendorong penerimaan pajak, Ditjen Pajak melakukan ekstensifikasi sektor pajak. Namun, ekstensifikasi membutuhkan tenaga yang lebih besar. "Dengan kapasitas yang ada, kami kerja keras," ujarnya.
Upaya untuk meningkatkan penerimaan pajak bukan hanya lewat ekstensifikasi sektor perpajakan, melainkan juga dari kekurangan pajak yang dibayarkan oleh wajib pajak lantaran pajaknya tak sesuai perhitungan.
MARTHA THERTINA
Topik Terhangat
Edsus Lekra | Senjata Penembak Polisi | Mobil Murah | Info Haji | Kontroversi Ruhut Sitompul
Berita Terpopuler
Ahok: Jangan Coba Ubah Pancasila
Holly Angela Ditemukan dengan Tangan Terikat
Benget, Pembunuh Sadis Istrinya Sendiri, Tewas?
Ada Kesengajaan Insiden Lion Air di Manado?
TNI Tertarik Kecanggihan Kapal Selam Rusia
Subcribe semua relasi yang berhubungan dengan Penerimaan Pajak Mencapai 65 Persen dari Target sekarang.
No comments:
Post a Comment