TEMPO.CO , Jakarta - Bank Indonesia memperkirakan neraca pembayaran Indonesia pada triwulan ketiga 2013 akan membaik. Hal itu terlihat dari defisit transaksi berjalan yang menyempit."Karena menurunnya impor, juga melemahnya permintaan domestik dan dampak pelemahan nilai tukar rupiah," ujar Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo kepada wartawan di kantornya, Selasa, 8 Oktober 2013.
Selain itu, ia menerangkan, surplus trankasi modal dan finansial lebih besar seiring dengan masuknya kembali investor asing pada portofolio Sertifikat Bank Indonesia dan Surat Utang Negara. Aksi jual asing di pasar saham juga mulai berkurang."Ini sebagai respons dari kebijakan Bank Indonesia dan pemerintah serta adanya penundaan tappering off di Amerika Serikat,"ujarnya.
Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan, defisit transaksi berjalan bulan lalu disebabkan perdagangan impor migas yang masih tinggi. Namun, di kuartal ketiga neraca perdagangan tercatat surplus. Untuk kuartal ketiga, defisit transaksi berjalan diprediksi sebesar 3,4 persen dan akan tetap di angka tersebut hingga akhir tahun.
Ia menilai, kondisi pasar domestik sudah mulai stabil sejak Agustus. "Secara keseluruhan, kondisi pada Juli masih mempengaruhi, masih terdapat capital reversal. Neraca pembayaran masih akan mengalami defisit tapi lebih rendah. Cadangan devisa pada September juga meningkat US$95,7 miliar."katanya.
RIRIN AGUSTIA
Berita Terpopuler
Korupsi, Mahfud Md. Siap Potong Jari dan Leher
Ratu Atut Akhirnya Muncul di Hadapan Publik
Dinasti Keluarga Atut & Kemiskinan di Banten
Silsilah Dinasti Banten, Abah Chasan dan Para Istri
Subcribe semua relasi yang berhubungan dengan Neraca Pembayaran Triwulan III Membaik sekarang.
No comments:
Post a Comment