TEMPO.CO , Jakarta - Kebotakan yang muncul dini jadi masalah yang bisa membuat seseorang minder dalam pergaulan. Pesepak bola Inggris, Wayne Rooney, bahkan sampai melakukan transplantasi rambut untuk menutupi kebotakannya dan tetap tampil keren.
Empat dekade lalu, ilmuwan sebenarnya sudah menemukan teknik menumbuhkan rambut pada tikus botak. Caranya, dengan membiakkan folikel rambut di laboratorium lalu menanamnya di dalam kulit hewan pengerat itu. Tapi teknik ini gagal ketika diterapkan ke manusia.
Kini ilmuwan menemukan cara lain dalam kultur jaringan folikel rambut yang diharapkan mampu melawan kebotakan. Folikel rambut berkembang dari sel dermal papilla di dalam kulit.
Angela Christiano, ahli genetika dari Columbia University, AS, dan rekannya Colin Jahoda, pakar sel dari Durham University, Inggris, penasaran dengan kemampuan sel hewan pengerat itu dalam mengembangkan folikel rambut. Mereka pun mencoba membiakkan sel papilla manusia menggunakan metode tetes-gantung (hanging-drop culture).
Teknik yang digunakan Christiano dan Jahoda sebenarnya sudah berusia 100 tahun. Sel ada dalam bulir medium pembawa yang bergelantungan di bawah tutup cawan petri. Gravitasi menyebabkan semua sel membentuk kelompok di ujung bulir dengan konfigurasi tiga dimensi yang lebih alami ketimbang membiarkan mereka tersebar dalam cawan datar.
"Teknik ini membuat sel-sel itu mempertahankan ruangnya dan mengembangkan matriks ekstraseluler. Dengan demikian, sel bisa tahu mereka bisa membuat folikel," kata Christiano, seperti dikutip Nature, Rabu, 23 Oktober 2013.
Saat sel hasil pembiakan itu ditanam ke dalam kulit tanpa rambut yang dicangkokkan ke punggung tikus, ada indikasi perkembangan folikel. Hasil penelitian ini dimuat dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences pekan ini.
Christiano menemukan fakta bahwa menumbuhkan sel di permukaan datar bisa mengganggu kondisi hampir 4.000 gen. Sementara sekitar 22 persen fungsi gen yang terganggu itu bisa dikembalikan dengan metode tetes-gantung, jumlah yang cukup untuk bisa menginduksi folikel. Beberapa sel yang fungsinya kembali normal berhubungan dengan pertumbuhan rambut, termasuk jalur sinyal penting Wnt yang mentransmisi sinyal dari luar ke dalam sel.
Anthony Oro, pakar jaringan epitel biologis dari Stanford University di California menyebut struktur gumpalan sel sangat krusial. Menurutnya, hasil penelitian tentang pembiakan sel folikel rambut itu sangat menarik meski belum mencapai puncaknya. Folikel baru tidak selalu memproduksi rambut melalui kulit, ditambah mereka kekurangan pigmen dan kelenjar minyak.
Christiano menyebutkan memang masih ada kekurangan untuk menginduksi folikel rambut. Namun ia yakin ia masih mempunyai kesempatan untuk mengatasi masalah itu sebelum diuji coba secara klinis.
NATURE | GABRIEL TITIYOGA
Subcribe semua relasi yang berhubungan dengan Lawan Kebotakan dengan Kultur Jaringan sekarang.
No comments:
Post a Comment