Bill Gates mengalami kegagalan ketika menjalankan bisnis pertamanya. Orang terkaya di dunia ini awalnya tak mampu menghasilkan uang. Perusahaan pertama Gates, Traf-O-Data, gagal total. Namun Gates dan partnernya, Paul Allen, tak menyerah begitu saja. Traf-O-Data justru menjadi kunci awal terbentuknya Microsoft. REUTERS/Anthony Bolante
TEMPO.CO, New York - Tiga investor dari 20 pemodal kakap Microsoft menuntut Bill Gates mundur dari jabatannya. Ketiganya memiliki total saham di atas lima persen. Gates sendiri masih menguasai 4,5 persen saham Microsoft dan menjadi pemegang saham tunggal terbesar.
Ketiga investor ini khawatir peran Gates sebagai ketua (Chairman) akan menghambat penerapan strategi baru. Gates juga dikhawatirkan akan membatasi kekuasaan CEO baru untuk membuat perubahan substansial di perusahaan yang nilainya mencapai US$ 277 miliar atau sekitar Rp 3.000 triliun ini.
Mereka juga cemas Gates akan lebih fokus pada pengembangan kegiatan filantropis miliknya melalui Bill & Melinda Gates Foundation. Saat ini, yayasan milik keluarga Gates ini memiliki kekayaan US$ 38 miliar.
Berita ini jelas akan memicu beragam reaksi dari pegemang saham lainnya. Manajemen Microsoft belum menanggapi keinginan tiga investor tersebut. Mereka juga masih belum bersedia berkomentar.
Setelah Steve Ballmer menyatakan mundur, Microsoft kini sedang mencari CEO baru. Meski begitu, strategi penjualan Xbox dan tablet Surface yang dirilis Ballmer akan terus dijalankan. Tapi, beberapa investor kembali mengingatkan bahwa CEO baru nanti tak boleh terikat dengan strategi itu.
Saham Microsoft stagnan selama satu dekade ini. Salah satu sumber mengatakan, Gates adalah salah satu pelopor industri teknologi terbesar dan sangat dihormati, tapi investor merasa Gates lebih efektif bekerja sebagai kepala eksekutif daripada sebagai ketua.
RINDU P HESTYA | REUTERS
Subcribe semua relasi yang berhubungan dengan Investor Minta Bill Gates Mundur dari Microsoft sekarang.
No comments:
Post a Comment