Tuesday, October 8, 2013

Ini Alasan Indonesia Disebut Siap Hadapi Krisis

Written By inikangubay; About: Ini Alasan Indonesia Disebut Siap Hadapi Krisis on Tuesday, October 8, 2013

www.ubaidillah.net Bisnis hari ini dihimpun dari Ini Alasan Indonesia Disebut Siap Hadapi Krisis

TEMPO.CO , Jakarta - Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Peter Jacobs mengatakan, kenaikan cadangan devisa Indonesia pada September 2013 menunjukkan bantalan krisis yang membesar. Kenaikan tersebut membuat Indonesia memiliki stok yang lebih besar bila kebutuhan valas meningkat suatu saat.


"Secara fundamental, ini berarti perekonomian Indonesia membaik dan kita siap menghadapi apabila terjadi krisis," kata Peter saat dihubungi, Selasa, 8 Oktober 2013.


Peter menjelaskan, kenaikan tadi merupakan efek samping hasil bauran kebijakan bank sentral. Tujuan utama Bank Indonesia mengeluarkan bauran kebijakan yaitu sebagai liquidity valas management.


Menurutnya, sumber kenaikan cadangan devisa tak dapat diklasifikasikan besarannya dari tiap sumber. "Kami melihatnya dari banyak faktor, tak bisa hanya dilihat dari satu sumber," kata dia.


Selain bauran kebijakan, Peter menuturkan sumber lain kenaikan cadangan devisa dapat berupa berkurangnya nilai impor. Berkurangnya nilai impor turut menyebabkan kebutuhan valas berkurang.


Sebelumnya, Bank Indonesia mengumumkan jumlah cadangan devisa pada akhir September kemarin tercatat US$ 95,7 miliar, naik dari posisi akhir Agustus sebesar US$ 93,0 miliar. Posisi tersebut setara dengan 5,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Jika hanya dibandingkan dengan impor, posisi cadangan devisa tadi setara dengan 5,4 bulan impor.


LINDA HAIRANI




Berita Terpopuler
Ibu Vicky Prasetyo Diperiksa Polisi

Jokowi, Rhoma Irama, dan Warteg Warmo

Inilah Sebagian Gurita Bisnis Adik Ratu Atut

Petik Gitar, SBY Beri Kejutan Ulang Tahun Putin

KPK Duga Ada Hakim Lain yang Terlibat Selain Akil


Subcribe semua relasi yang berhubungan dengan Ini Alasan Indonesia Disebut Siap Hadapi Krisis sekarang.

No comments:

Post a Comment